Arti Yongkru Adalah

Pengertian Yongkru

Yongkru adalah istilah yang berasal dari bahasa Suku Anak Dalam (SAD) yang tinggal di Provinsi Jambi. Istilah ini mengacu pada sistem bersahaja yang digunakan oleh SAD dalam berburu dan mengumpulkan hasil hutan di sekitar tempat tinggal mereka.

Asal-usul Yongkru

Sistem Yongkru diyakini telah digunakan oleh nenek moyang SAD selama berabad-abad. Sistem ini dilakukan dengan mendaki pohon-pohon besar dan mengambil hasil hutan yang berkembang di antara cabang-cabangnya. Hasil hutan yang diambil antara lain kayu manis, damar, dan berbagai jenis buah-buahan.

Cara Kerja Yongkru

Yongkru memiliki tiga bagian utama, yakni tiang, tali, dan tempurung kelapa. Tiang dari pohon digunakan sebagai pijakan, sedangkan tali digunakan untuk menjaga keseimbangan saat berada di pohon. Sementara itu, tempurung kelapa berfungsi sebagai wadah untuk menyimpan hasil hutan yang telah dikumpulkan.

Untuk menggunakan sistem Yongkru, seorang pemburu harus memanjat pohon yang tinggi dengan bantuan tiang dan tali yang disesuaikan dengan ukuran pohon. Setelah sampai di atas, pemburu akan mencari cabang-cabang yang cukup kuat untuk menopang berat tubuhnya. Kemudian, pemburu akan menyelipkan tempurung kelapa di bagian ikat pinggangnya untuk menyimpan hasil buruannya.

Keberadaan Yongkru dalam Budaya Jambi

Sistem Yongkru telah menjadi bagian dari budaya Provinsi Jambi dan dianggap sebagai simbol keberanian bagi masyarakat setempat. Selain itu, sistem ini juga dianggap sebagai kekayaan budaya yang tidak boleh dilupakan. Oleh karena itu, Yongkru sering ditampilkan dalam berbagai acara budaya di Provinsi Jambi seperti festival budaya dan pameran seni.

Manfaat Yongkru

Sistem Yongkru memiliki banyak manfaat, baik bagi masyarakat SAD maupun lingkungan sekitar. Berikut adalah beberapa manfaat dari sistem Yongkru:

1. Pengelolaan hutan yang berkelanjutan: Sistem Yongkru membantu melindungi hutan dengan cara yang alami karena pemburu hanya mengambil hasil hutan yang jatuh di antara cabang-cabang pohon yang berkembang. Dengan cara ini, hutan dapat tetap tumbuh dan berkembang pesat.

2. Sumber penghasilan bagi masyarakat: Hasil hutan yang dikumpulkan dengan sistem Yongkru dapat dijual di pasar lokal untuk menghasilkan pendapatan bagi masyarakat SAD.

3. Menjaga keberagaman spesies: Dengan memanfaatkan hasil hutan yang beragam dengan cara yang bijaksana, sistem Yongkru membantu menjaga keanekaragaman spesies di hutan.

Kesimpulan

Sistem Yongkru adalah sistem pengumpulan hasil hutan yang bersahaja yang digunakan oleh masyarakat Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi. Sistem ini telah menjadi bagian penting dari budaya setempat dan memiliki banyak manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, Yongkru dianggap sebagai warisan budaya yang kaya dan perlu dilestarikan untuk generasi yang akan datang.

Leave a Comment